Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Kamis, 27 Februari 2014

BIOLOGI SEBAGAI ILMU




Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu mengalami perkembangan secara
dinamis. Perkembangan tersebut mampu mengungkapkan kaidah-kaidah
baru mengenai fenomena alam, sosial atau kemanusiaan serta penerapannya
untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Manusia selalu tertarik pada dirinya sendiri, pada organisme lain, juga
pada lingkungan sekitar. Mereka berusaha untuk menerangkan sesuatu dan
menggunakan apa yang mereka pelajari. Mempelajari biologi akan membantu
kita mengerti tentang lingkungan tempat kita hidup serta membantu kita
dalam mengatur hidup dan kesehatan kita. Kita dapat memutuskan apa yang
harus kita makan, kita minum, kapan kita harus tidur, bekerja, dan melakukan
aktivitas lainnya, serta bagaimana kita memilih apa yang terbaik untuk diri
kita, dan lingkungan.
Biologi sebenarnya telah lahir jauh sebelum ilmu-ilmu lain berkembang.
Diperkirakan ilmu ini lahir sekitar abad XVI, ketika para sarjana ilmu
pengetahuan alam pada saat itu telah mengamati dan mempelajari berbagai
keanekaragaman makhluk hidup. Untuk memudahkan orang mengenal dan
memberi nama terhadap berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang ada, lahir
botani, yaitu ilmu tumbuh-tumbuhan, dan zoologi, yaitu ilmu hewan.
Persoalan lain kemudian muncul, “Bagaimana agar penamaan tumbuhan
dan hewan yang beraneka ragam dapat disusun dalam suatu pola yang teratur
dan memudahkan pengenalan?” Kemudian berkembang cabang ilmu yang
mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi.
Sejalan dengan pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi, botani pun berkembang
ke dalam ilmu-ilmu lain, misalnya:

ASAL MULA KEHIDUPAN



1. Teori Abiogenesis
Teori abiogenesis disebut juga teori generatio spontanea. Pokok dari teori
ini menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda atau materi tidak hidup
dan kehidupan terjadi secara spontan (generatio spontanea).
Ilmuwan yang mengemukakan teori ini adalah seorang filsafat Yunani
kuno, yakni Aristoteles (384–322 SM). Dengan melihat organisme di sekelilingnya,
Aristoteles berkesimpulan bahwa makhluk hidup muncul secara tibatiba.
Contohnya, seekor cacing yang keluar dari dalam tanah, maka cacing
tersebut berasal dari tanah. Contoh lainnya, katak yang keluar dari lumpur,
maka katak tersebut berasal dari lumpur.
Ilmuwan lain yang mendukung teori ini adalah John Needham (1700).
Ilmuwan dari Inggris ini melakukan percobaan dengan merebus sebentar

Jumat, 21 Februari 2014

Sekilas Info



Kali ini saya akan mengulas beberapa fakta-fakta tersembunyi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Kira-kira apa saja itu ??? yuk, mari kita baca bareng-bareng...
1.       90% penyakit ternyata berasal dari usus besar lho...
Dalam sistem pencernaan, usus besar berperan sebagai penampung “sampah” pencernaan sebelum dikeluarkan melalui anus. Oleh karena berisi “sampah”, usus besar bisa menjadi sarang penyakit. Sisa-sisa makanan yang mengendap dan tersumbat di usus besar berubah menjadi “sampah buangan” yang berbahaya. Sampah tersebut juga dapat merusak sel-sel tubuh sehingga mempercepat proses penuaan. Tuh... makannya, rajin-rajin BAB ya, supaya “sampah”-nya nggak numpuk, sampai-sampai menimbulkan penyakit...

LAMBUNG



Lambung (ventrikulus) merupakan kantong besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut. Lambung terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah yang membulat (fundus), dan bagian bawah (pilorus).
Di dalam lambung terjadi pencernaan secara mekanis dan

MULUT



Gambar bagian-bagian mulut.
Mulut merupakan salah satu organ yang tak kalah penting dari organ-organ lain yang kita miliki. Bagaimana tidak ?! makanan masuk pertama kali melalui mulut. Di dalam mulut terjadi pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Nah... supaya temen-temen bisa lebih mengerti tenteng alat-alat pencernaan yang terdapat dalam mulut tersebut, nih, aku kasih penjelasannya masing-masing..
1.       GIGI
Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis karena membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat.

Rabu, 19 Februari 2014

Sistem Ekskresi dan Gangguan pada Kulit



Kulit merupakan struktur terluar yang membungkus seluruh permukaan tubuh manusia. Sebagian besar kulit ditumbuhi rambut, namun rambut halus bukan rambut seperti di kepala. Berikut beberapa penjelasan mengenai indera peraba atau yang biasa disebut dengan kulit.
a.     Fungsi Kulit
Banyak sekali fungsi yang dimiliki oleh kulit, dari fungsi-fungsi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1)      Proteksi
Kulit berfungsi sebagai pelindung organ tubuh dari kontak mekanis yang dapat mengakibatkan cedera. Selain itu, kulit juga melindungi tubuh dari kontak langsung dengan sinar matahari. Sel-sel melanosit yang yang terdapat pada kulit mempunyai fungsi penting dalam melindungi tubuh dari bahaya paparan sinar UV. Sementara itu, produksi minyak dan keringat pada kulit membuat lapisan kulit bersifat asam. Kondisi ini berfungsi melindungi tubuh dari infeksi jamur dan bakteri.
2)      Regulator Suhu
Kulit melakukan fungsi ini dengan cara memproduksi keringat dan mengkonstriksikan pembuluh darah pada kulit.
3)      Penentu Warna Kulit
Warna kulit salah satunya ditentukan oleh kandungan melanosit pada kulit.
4)      Pembentukan Vitamin D
Vitamin D dibentuk dari provitamin D yang terdapat di bawah kulit dengan bantuan sinar matahari.
5)      Ekskresi
Sebagai alat ekskresi kulit berfungsi mengeluarkan keringat. Kelenjar keringan menyerap air dan garam dari darah di pembuluh kapiler. Keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit akan menyerap panas tubuh sehingga suhu utbuh tetap stabil. Pada keadaan normal, tubuh akan mengeluarkan keringat sebanyak 50 ml setiap jam. Beberapa faktor yang dapat memacu pengeluaran eringat antara lain yaitu aktivitas tubuh yang meningkat dan suhu lingkungan yang tinggi. Pengeluaran keringat yang berlebihan karena terik matahari atau aktivitas tubuh yang tinggi dapat mengakibatkan tubuh kekurangan garam. Jika kadar garam dalam tubuh menurun dapat mengakibatkan kekejangan bahkan pingsan.

Jumat, 31 Januari 2014

TAKSONOMI

           Kata taksonomi diambil dari bahasa Yunani tassein yang berarti untuk mengelompokkan dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu. Di mana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang lebih rendah bersifat lebih spesifik.